Siapa
yang ingin masuk perguruan tinggi? Angkat tangan dong, yang semangat!
Kelas
12 SMA adalah masa paling galaunya remaja deh. Pada saat itu, dia harus
mengambil keputusan tentang hidupnya. Bekerjakah. Melanjutkan studikah. Atau
malah married. *upss
Lingkunganku
disini adalah SMA Negeri di sebuah kota di Pulau Jawa. Selayaknya lulusan SMA,
pasti dipersiapin untuk melanjutkan studi ke perguruan tinggi. Well, that’s the
point.
Namun,
keraguan itu pasti datang. Banyak senior kita disana yang sudah meraih tittle
sarjana malah nganggur. Aku juga ragu. Apakah kuliah itu buang-buang waktu?
Karena selama 4 tahun, kita dituntut untuk mengerjakan tugas segunung, belajar
lagi, belajar lagi, dan uang yang dihabiskan selama kuliahpun tak sedikit
jumlahnya.
Di
lain sisi, aku juga berpikir mau jadi apa kalau gak kuliah? Mau kerja? Come on
ka, kamu itu bukan lulusan SMK yang siap kerja. Emang ada perusahaan yang mau
nerima anak SMA kerja? Jadi Office Girl iya kamu!
Bekalku
disini masih sangat sedikit untuk kerja. Mau jadi wiraswasta? Boleh sih. Tapi
kan kasihan ortu kamu kalau kamu cuma lulusan SMA. Apa ortu kamu yang kerja
keras tiap hari itu bangga kalau anaknya cuma lulusan SMA? Apa ortu kamu itu
seneng kalau tau-tau kamu udah married habis SMA? Ya jelas ENGGAKLAH! Ortu itu
ingin anaknya jauh lebih baik dari mereka! Kalau bisa kamu jadi profesor lalu
presiden sana! Banggain ortumu!
Yah
itu sih motifnya aku ingin kuliah :3
Tahun
lulusku adalah 2013. Nah sistem penerimaan mahasiswa baru tahun 2013 ada 3
macam, yaitu SNMPTN (pake rapot), SBMPTN, dan ujian mandiri. SNMPTN itu dengan
kuota terbanyak kira-kira 50%
mahasiswa. SBMPTN (ujian tertulis)
sebanyak 30%. Ujian mandiri itu 20%.
Nahh,
inilah masalahnya. JURUSAN KULIAH. Semua anak pasti bingung kalau masalah milih
jurusan kuliah, bener, ciyus deh :3. Kalau mereka gak bingung, pada akhirnya yo
bingung pisan kok :3
Semua
saran dari orang tua, guru, kakak kelas pasti bilang milih jurusan itu
berdasarkan bakat dan minat. Yah EMANG ITU KUNCINYA. Nah masalah lagi kalau
kita gak tau bakat dan minat kita itu apa. Banyak cara kok yang bisa ditempuh.
Pertama, tes psikologi. Kedua, curhat sama ortu. Ketiga, curhat sama guru.
Keempat, curhat sama kakak kakak kelas. Intinya sih kita gak boleh diem-dieman.
Kita harus proaktif tanya-tanya tentang jurusan kuliah. Tentunya yang paling
penting adalah curhat sama Allah. Setelah semua sesi curhat itu selesai, bagi
yang muslim, lakukanlah shalat istikharah. Tenangkan pikiran Anda. Lalu tidur.
*haha enggak enggak. Tenangkan pikiran. Ngaji. Shalawatan. Curhat sama Allah di
atas sajadah kalian. Mintalah petunjuk agar Allah memberikan jalan yang terbaik
untuk masa depan kalian.
Yahh
caranya seh gitu :3
Tapi
biar lebih enak deh, aku cerita caraku aja de.
Waktu
kelas 11, aku bercita-cita ingin jadi DIREKTUR SUKSES. Kenapa? Mungkin aku
kebanyakan nonton sinetron dengan latar-belakang kota metropolitan, perusahaa
besar dan aktor-aktor berdasi kali yee. Yah bisa jadi seh. Selain itu juga,
hasil tes DMI (psikologi gitu) bilang kalo aku cocoknya semacam direktur gitu.
Yah mantaplah aku jadi direktur. Cara paling dekat jadi direktur itu yah lewat
kuliah di jurusan manajemen. Trus univ yg aku kenal ya UGM. Manajemen-UGM.
Trus
masuk ke kelas 12, mimpiku untuk kuliah di UGM berkurang. Manajemen apalagi.
Karena aku baru tau kalau UGM itu univ besar, susah buanget masuk sana, apalagi
aku anak jurusan IPA. Susahnye sudah tingkat dewa.
Wess,
galau muncak. Nah kelas 3 kan aku ikut bimbel. Di bimbel ini nih, mesti ada try
out gitu. Sblm uan, try outnya tentang tes tulis masuk perguruan tinggi. Entah
pake ilmu apa, mata langsung tertuju pada tulisan TEKNIK INDUSTRI-ITS (itu lo
daftar jurusan dan kode-kodenya). Yaweslah aku milih itu terus-terusan.
Setelah
aku searching, eeeh kebetulan banget ternyata teknik industri itu kyk
manajemennya teknik gitu lah. Ada ilmu manajemennya. Wahhhh, asiik nih. Terus,
aku konsultasi sama guru BK. Katanya sih aku cocok-cocok aja ke jurusan itu
ditambah nilai yang mungkin bisa dikata lumayan. Akhirnya aku mantap.
Namun,
hari pendaftaran untuk SNMPTN tiba. Di sana harus ada 2 perguruan tinggi dengan
2 jurusan masing-masingnya. Nah bingung kan wes buat jurusan kedua. Aku
bingung. Yawes aku tanya ke guru BK lagi. “Pak apakah jurusan kedua harus
diisi?”. “Sebenarnya tidak. Tapi jika tidak diisi, bukankah mengurangi
peluangmu untuk masuk perguruan tinggi? Mungkin Allah berencana lain.”
Yah
karena kalimat itu lah “Tapi jika tidak diisi, bukankah mengurangi peluangmu
untuk masuk perguruan tinggi?” aku mutusin buat ngisi ajah pilihan keduaku
dengan TEKNIK LINGKUGAN-ITS. Kenapa? Yah
entah sih, aku milih itu pake hati. Trus aku searching ternyata jurusannya asik
yah oke deh pilih.
Bismillahirrohmanirrohim.
Aku daftarin pilihanku itu. Tahukah? Karena kepingin banget masuk sana,
sampe-sampe password snmptn itu isinya kalimat doa dengan bismillah. Lucu <3 o:p="">3>