img.bhsmly { height: auto !important; vertical-align: middle !important; width: auto !important; border:0px !important; }
Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

Perjalananku menuju ITS #1

Assalamualaikum Wr Wb

Siapa yang ingin masuk perguruan tinggi? Angkat tangan dong, yang semangat!

Kelas 12 SMA adalah masa paling galaunya remaja deh. Pada saat itu, dia harus mengambil keputusan tentang hidupnya. Bekerjakah. Melanjutkan studikah. Atau malah married. *upss

Lingkunganku disini adalah SMA Negeri di sebuah kota di Pulau Jawa. Selayaknya lulusan SMA, pasti dipersiapin untuk melanjutkan studi ke perguruan tinggi. Well, that’s the point.

Namun, keraguan itu pasti datang. Banyak senior kita disana yang sudah meraih tittle sarjana malah nganggur. Aku juga ragu. Apakah kuliah itu buang-buang waktu? Karena selama 4 tahun, kita dituntut untuk mengerjakan tugas segunung, belajar lagi, belajar lagi, dan uang yang dihabiskan selama kuliahpun tak sedikit jumlahnya.

Di lain sisi, aku juga berpikir mau jadi apa kalau gak kuliah? Mau kerja? Come on ka, kamu itu bukan lulusan SMK yang siap kerja. Emang ada perusahaan yang mau nerima anak SMA kerja? Jadi Office Girl iya kamu!

Bekalku disini masih sangat sedikit untuk kerja. Mau jadi wiraswasta? Boleh sih. Tapi kan kasihan ortu kamu kalau kamu cuma lulusan SMA. Apa ortu kamu yang kerja keras tiap hari itu bangga kalau anaknya cuma lulusan SMA? Apa ortu kamu itu seneng kalau tau-tau kamu udah married habis SMA? Ya jelas ENGGAKLAH! Ortu itu ingin anaknya jauh lebih baik dari mereka! Kalau bisa kamu jadi profesor lalu presiden sana! Banggain ortumu!

Yah itu sih motifnya aku ingin kuliah :3

Tahun lulusku adalah 2013. Nah sistem penerimaan mahasiswa baru tahun 2013 ada 3 macam, yaitu SNMPTN (pake rapot), SBMPTN, dan ujian mandiri. SNMPTN itu dengan kuota  terbanyak kira-kira 50% mahasiswa.  SBMPTN (ujian tertulis) sebanyak 30%. Ujian mandiri itu 20%.

Nahh, inilah masalahnya. JURUSAN KULIAH. Semua anak pasti bingung kalau masalah milih jurusan kuliah, bener, ciyus deh :3. Kalau mereka gak bingung, pada akhirnya yo bingung pisan kok :3
Semua saran dari orang tua, guru, kakak kelas pasti bilang milih jurusan itu berdasarkan bakat dan minat. Yah EMANG ITU KUNCINYA. Nah masalah lagi kalau kita gak tau bakat dan minat kita itu apa. Banyak cara kok yang bisa ditempuh. Pertama, tes psikologi. Kedua, curhat sama ortu. Ketiga, curhat sama guru. Keempat, curhat sama kakak kakak kelas. Intinya sih kita gak boleh diem-dieman. Kita harus proaktif tanya-tanya tentang jurusan kuliah. Tentunya yang paling penting adalah curhat sama Allah. Setelah semua sesi curhat itu selesai, bagi yang muslim, lakukanlah shalat istikharah. Tenangkan pikiran Anda. Lalu tidur. *haha enggak enggak. Tenangkan pikiran. Ngaji. Shalawatan. Curhat sama Allah di atas sajadah kalian. Mintalah petunjuk agar Allah memberikan jalan yang terbaik untuk masa depan kalian.

Yahh caranya seh gitu :3

Tapi biar lebih enak deh, aku cerita caraku aja de.

Waktu kelas 11, aku bercita-cita ingin jadi DIREKTUR SUKSES. Kenapa? Mungkin aku kebanyakan nonton sinetron dengan latar-belakang kota metropolitan, perusahaa besar dan aktor-aktor berdasi kali yee. Yah bisa jadi seh. Selain itu juga, hasil tes DMI (psikologi gitu) bilang kalo aku cocoknya semacam direktur gitu. Yah mantaplah aku jadi direktur. Cara paling dekat jadi direktur itu yah lewat kuliah di jurusan manajemen. Trus univ yg aku kenal ya UGM. Manajemen-UGM.

Trus masuk ke kelas 12, mimpiku untuk kuliah di UGM berkurang. Manajemen apalagi. Karena aku baru tau kalau UGM itu univ besar, susah buanget masuk sana, apalagi aku anak jurusan IPA. Susahnye sudah tingkat dewa.

Wess, galau muncak. Nah kelas 3 kan aku ikut bimbel. Di bimbel ini nih, mesti ada try out gitu. Sblm uan, try outnya tentang tes tulis masuk perguruan tinggi. Entah pake ilmu apa, mata langsung tertuju pada tulisan TEKNIK INDUSTRI-ITS (itu lo daftar jurusan dan kode-kodenya). Yaweslah aku milih itu terus-terusan.

Setelah aku searching, eeeh kebetulan banget ternyata teknik industri itu kyk manajemennya teknik gitu lah. Ada ilmu manajemennya. Wahhhh, asiik nih. Terus, aku konsultasi sama guru BK. Katanya sih aku cocok-cocok aja ke jurusan itu ditambah nilai yang mungkin bisa dikata lumayan. Akhirnya aku mantap.
Namun, hari pendaftaran untuk SNMPTN tiba. Di sana harus ada 2 perguruan tinggi dengan 2 jurusan masing-masingnya. Nah bingung kan wes buat jurusan kedua. Aku bingung. Yawes aku tanya ke guru BK lagi. “Pak apakah jurusan kedua harus diisi?”. “Sebenarnya tidak. Tapi jika tidak diisi, bukankah mengurangi peluangmu untuk masuk perguruan tinggi? Mungkin Allah berencana lain.”

Yah karena kalimat itu lah “Tapi jika tidak diisi, bukankah mengurangi peluangmu untuk masuk perguruan tinggi?” aku mutusin buat ngisi ajah pilihan keduaku dengan TEKNIK LINGKUGAN-ITS.  Kenapa? Yah entah sih, aku milih itu pake hati. Trus aku searching ternyata jurusannya asik yah oke deh pilih.

Bismillahirrohmanirrohim. Aku daftarin pilihanku itu. Tahukah? Karena kepingin banget masuk sana, sampe-sampe password snmptn itu isinya kalimat doa dengan bismillah. Lucu <3 o:p="">

Yah hari-hari dilalui denga menunggu pengumuman snmptn, sekitar 28 Mei 2013. Selama itu, aku mengikuti bimbel untuk persiapan SBMPTN.

Selama itu pula, aku sudah pesimis untuk masuk teknik industri. Gak mungkin lah dengan nilai pas-pas.an bisa masuk jurusan itu. Aku sudah bulat tekad buat ikut SBMPTN.

Tapi lama-kelamaan, aku jadi ragu sama teknik industri. Apa iya aku mampu kuliah disana? Matematika adalah momok terbesar dalam hidup ini rasanya ._. Matematika itu pelajaran yang menunjang teknik industri. Apa iya aku bisa? Apa iya teknik industri bener-bener takdirku?

Aku berdoa ke Allah dalam shalatku. Ya Allah, jika memang benar teknik industri adalah takdirku, masukkanlah aku kesana. Jika tidak, ya sudah aku lewat sbmptn. Tapi entah ada “perasaan apa”, aku mikir kok ragu sama teknik industri. Aku malah kepikiran teknik lingkungan. Gatau sih ini perasaan apa, tapi tiba-tiba aja aku kok mending milih teknik lingkungan ya. Yang kayaknya pelajarannya gk susah-susah pake matematika kyk TI. Aku cuma bisa berdoa “Allah,berikan yang tebaik”. Dan bahkan sampe saat itu aku pernah puasa 10 hari rajab itu meminta agar masuk TI. Hadistnya bilang kalau “barang siapa yang puasa 10 hari rajab, permintaannya akan dikabulkan”. (tapi aku agak lupa, apa aku doa agar masuk TI apa doa agar masuk ITS jurusan apapun ya, itu lupa -_-)

Well, tgl 28 mei pun semakin dekat.
Ternyata pengumuman snmptn dimajukan jadi tgl 27 mei 2013 pukul 16.00

Aku tidur dulu pukul 15.00. Lalu bangun pukul 15.30. Aku sholat Ashar dulu. Aku berdoa dulu. Aku ucapkan “Lahaula wala quwwata illah billahil aliyyil adzim” berulang-ulang. Dan tepat aku buka web itu, ada tulisan
“Selamat Anda dinyatakan lulus dalam SNMPTN 2013.
PTN: Institut Teknologi Sepuluh Nopember
Program Studi: Teknik Lingkungan”

Aku gk percaya banget. Aku nangis. Aku teliti lagi. Apa itu bener namaku dan nomer pendaftaranku. Ternyata, itu benar. Aku langsung sujud syukur. Ya Allah, dengan linangan air mata aku bersyukur sekali. Alhamdulillah.

Mungkin bukan teknik industri, tapi aku yakin Allah tau yang terbaik untukku. Allah tau aku bakal sukses di teknik lingkungan. Allah Maha Tahu. Alhamdulillah Ya Allah. Allahuakbar! Lahaula wala quwwata illah billahil aliyyil adzim!

Intinya sih, aku belajar dari semua ini..

Manusia boleh berencana, tapi Allah yang menentukan. Kita boleh berusaha dengan keras, tapi kuasa Allah-lah yang paling besar. Allah Maha Besar. Dia pasti tahu yang terbaik untuk kita. Mungkin Allah tahu kalau aku di TI, aku gak akan berkembang. Baiklah, Teknik Lingkungan, i will come and fight for it! :D

Tetaplah berhusnudzon kepada Allah, Junjungan Kita! Lahaula wala quwwata illah billahil aliyyil adzim.

Dan mimpiku selanjutnya adalah IPK sempurna. CUM LAUDE. Aamiin.



Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Posting Komentar